Sosialisasi pembentukan Komunitas Peduli Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang

Admin Kota Bitung    07 November 2017    18 Kali Dibaca

Bitung, 6 November 2017. Bertempat di Balai Pertemuan Umum Sekretaris Kota Bitung Drs. Audy Pangemanan AP. M.Si bersama ketua Tim Pembina PKK Kota Bitung Dra. Khouni Lomban Rawung, M.Si selaku Ketua umum P2TP2A dan Ketua Dharma Wanita Persatuan  dr. Rinny Pangemanan Tinangon membuka acara Sosialisasi Pembentukan Komunitas Peduli Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

 
Dalam sambutannya Pangemanan mengatakan bahwa keberadaan Kota Bitung yang memiliki berbagai potensi sebagai kota pelabuhan yang terus berkembang baik dari segi ekonomi, industri, bahkan sosial dan kebudayaan mengakibatkan jumlah pencari kerja yang terus meningkat dan semakin tidak seimbang dengan lahan pekerjaan yang tersedia sehingga memungkinkan kelompok tertentu untuk melakukan kejahatan dengan memanfaatkan ketidaberdayaan para pencari kerja sebagai kelompok masyarakat yang lemah secara fisik, emosional dan ekonomi sehingga dari situasi ini tindak kejahatan perdagangan orang terus merebak dan semakin meresahkan kehidupan bermasyarakat.
 
Lanjutnya sosialisasi ini merupakan langkah yang sangat strategis yang harus mendapatkan perhatian dari kita semua untuk membantu mengatasi permasalahan sosial di Kota Bitung lebih khusus untuk penanganan tindak pidana perdagangan orang yang saat ini telah melibatkan oknum-oknum dari berbagai lapisan masyarakat termasuk perempuan dan anak-anak dibawah umur yang seharusnya di lindungi akan tetapi yang paling menyedihkan adalah mereka selain menjadi korban mereka juga turut menjadi pelaku tindak pidana perdagangan orang. Melalui sosialisasi ini saya berharap dapat memperluas pengetahuan kita semua agar mampu meningkatkan kualitas hidup tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga tetapi juga terhadap masyarakat luas untuk bersama-sama memperhatikan peningkatan keterampilan dan potensi kaum perempuan dan anak sebagaj kaum yang sangat rentan terhadap ancaman bahaya sosial tindak kekerasan ekspolitasi serta trafficking.
 
"Saya berharap sosialisasi ini dapat memperluas pengetahuan kita semua agar mampu meningkatkan kualitas hidup tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga tetapi juga terhadap masyarakat."tutup Pangeman.
 
Turut hadir assiten I pemerintahan camat maesa narasumber ketua pusat studi gender unima Dr. Grace Jenny Soputan, M.Si, para Lurah se kecamatan Maesa. dan peserta sosialisasi.